4 VEKTOR
- Penulisan vektor
- Dengan huruf kecil dicetak tebal.
Misalkan: a, b, c, . . . . - Dengan huruf kecil yang di atas huruf tersebut dibubuhi tanda panah.
Misalkan:
- Dengan huruf kecil dicetak tebal.
- Panjang vektor a dirumuskan sebagai berikut:
- Jika a ∈ R2, a = (a1, a2), maka |a|=
- Jika a ∈ R3, a = (a1, a2, a3), +maka |a| =
- Jika a ∈ R2, a = (a1, a2), maka |a|=
- Jika vektor a (a1, a2) dan vektor b = (b1, b2), maka vektor yang menghubungkan vektor a dan b adalah vektor c (b1 – a1, b2 – a2). Panjang vektor c adalah
|c|= - Untuk setiap vektor a yang bukan vektor nol, dapat ditentukan suatu vektor satuan dari vektor a, dilambangkan dengan
. Vektor satuan arahnya searah dengan vektor a dan panjangnya sama dengan satu satuan.
Jika vektor a =, maka vektor satuan dari a dirumuskan dengan :
- Jika a, b, c, k, l adalah vektor maka sifat-sifat operasi hitung pada vektor adalah sebagai berikut
- a + b = b + a
- (a + b) + c = a + (b + c)
- a + o = o + a = a
- a + (-a) = o
- k(la) = (kl)a
- k(+b) = ka + kb
- (k + l)a = ka + la
- la = a
- Penjumlahan antara vektor a dan b dapat dilakukan dengan dua cara berikut ini.
- Sifat-sifat perkalian skalar dua vektor
- a . b = b . a
- a . (b + c) = a . b + a . c
- k(a . b) = (ka) . b = a . (kb), k adalah konstanta
- a . a = |a|2
- Sudut antara dua vektor
cos θ =Sehingga
a . b = |a||b| cos θ - Perbandingan vektor
